"Always bear in mind that your own
resolution to succeed is more
important than any other thing."
http://nataniayp.blogspot.com
Minggu, 29 Mei 2011
Jumat, 29 April 2011
Kamis, 03 Maret 2011
RENUNGAN
3 Maret 2011
PAPAN PERENCANAAN
Bilangan 13:17-18
"Pergilah dari sini ke Tanah Negeb dan naiklah ke pegunungan, dan amat-amatilah bagaimana keadaan negeri itu, apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakan mereka sedikit atau banyak.."
Dalam Keluaran 3:8, Tuhan berfirman "Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus."
Ini adalah janji Tuhan yang luar biasa. Namun bukan berarti bangsa Israel dapat menerimanya dengan melangkah sembarangan dan tanpa perencanaan. Musa sebagai pemimpin mengutus terlebih dahulu 12 orang sebagai pengintai. Mereka bertugas mencari tahu bagaimana keadaan negeri yang Tuhan janjikan itu, dan selama 40 hari mereka melakukan pengintaian.
Sebuah perencanaan bukan berarti meragukan janji Tuhan. Wikipedia mendefinisikan perencanaan dari segi dunia manajemen sebagai proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Bila anda percaya kepada janji Tuhan, bahwa bisnis atau pekerjaan anda akan berkembang pesat, lakukanlah perencanaan dan jangan lupa libatkan Tuhan di dalamnya. Jangan takut dengan penghalang, tetapi lihatlah Tuhan yang besar. Mari kita menjadi orang Kristen yang bijaksana dalam melangkah dan mengambil keputusan agar janji Tuhan dapat tergenapi. Anda pun tidak akan kecewa dengan hasilnya.
PERENCANAAN ADALAH BAGIAN PENTING DARI KESUKSESAN
PAPAN PERENCANAAN
Bilangan 13:17-18
"Pergilah dari sini ke Tanah Negeb dan naiklah ke pegunungan, dan amat-amatilah bagaimana keadaan negeri itu, apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakan mereka sedikit atau banyak.."
Dalam Keluaran 3:8, Tuhan berfirman "Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus."
Ini adalah janji Tuhan yang luar biasa. Namun bukan berarti bangsa Israel dapat menerimanya dengan melangkah sembarangan dan tanpa perencanaan. Musa sebagai pemimpin mengutus terlebih dahulu 12 orang sebagai pengintai. Mereka bertugas mencari tahu bagaimana keadaan negeri yang Tuhan janjikan itu, dan selama 40 hari mereka melakukan pengintaian.
Sebuah perencanaan bukan berarti meragukan janji Tuhan. Wikipedia mendefinisikan perencanaan dari segi dunia manajemen sebagai proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Bila anda percaya kepada janji Tuhan, bahwa bisnis atau pekerjaan anda akan berkembang pesat, lakukanlah perencanaan dan jangan lupa libatkan Tuhan di dalamnya. Jangan takut dengan penghalang, tetapi lihatlah Tuhan yang besar. Mari kita menjadi orang Kristen yang bijaksana dalam melangkah dan mengambil keputusan agar janji Tuhan dapat tergenapi. Anda pun tidak akan kecewa dengan hasilnya.
PERENCANAAN ADALAH BAGIAN PENTING DARI KESUKSESAN
Selasa, 01 Maret 2011
Renungan Harian
Selasa, 1 Maret 2011
Kasih Setia
Mazmur 89 : 3 "Sebab kasih setia Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit."
Kata kasih setia paling banyak muncul dalam kitab Mazmur. Kasih setia (KHESED - Ibrani) sering bergandengan dengan kata EMUNAH (kesetiaan). Misalnya seperti yang tertulis dalam Mazmur 89. Kasih setia dapat dirangkum sebagai kasih yang teguh atas dasar perjanjian yang telah dibuat.
Mengapa terjadi pelanggaran terhadap kesetiaan? Banyak hal yang bisa menjadi alasan. Diantaranya, karena materi, pihak ketiga yang lebih cantik atau ganteng, kekerasan dalam rumahtangga, dan lain sebagainya.
Kesetiaan, kadangkala digambarkan dengan pengabdian seekor anjing kepada tuannya. Banyak film telah dibuat tentang hal itu. Salah satunya adalah film Hachiko: A Dog's Story, anjing ras akita asli Jepang yang lahir pada November 1923 di Odate, Jepang. Setiap pagi dan sore, dengan setia Hachiko mengantar dan menunggu majikannya di stasiun kereta api. Hal itu selalu dilakukannya, bahkan sampai majikan tersayangnya itu tak pernah lagi muncul. Parker sang majikan terkena serangan jantung dan meninggal di tempat kerjanya.
Tuhan tidak mati, janjiNya pasti digenapi. Oleh sebab itu berikan kasih setia kepada Tuhan, maka Dia akan menggenapi janjiNya dalam hidup kita tepat pada waktunya. Tuhan pasti akan terus menunjukkan kasih setiaNya karena perjanjian yang telah dilakukanNya kepada kita. Kebutuhan sehari-hari, baik jasmani maupun rohani dilimpahkannya kepada kita.
HIDUPLAH DALAM KESETIAAN SELALU BERBUAH MANIS
Kasih Setia
Mazmur 89 : 3 "Sebab kasih setia Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit."
Kata kasih setia paling banyak muncul dalam kitab Mazmur. Kasih setia (KHESED - Ibrani) sering bergandengan dengan kata EMUNAH (kesetiaan). Misalnya seperti yang tertulis dalam Mazmur 89. Kasih setia dapat dirangkum sebagai kasih yang teguh atas dasar perjanjian yang telah dibuat.
Mengapa terjadi pelanggaran terhadap kesetiaan? Banyak hal yang bisa menjadi alasan. Diantaranya, karena materi, pihak ketiga yang lebih cantik atau ganteng, kekerasan dalam rumahtangga, dan lain sebagainya.
Kesetiaan, kadangkala digambarkan dengan pengabdian seekor anjing kepada tuannya. Banyak film telah dibuat tentang hal itu. Salah satunya adalah film Hachiko: A Dog's Story, anjing ras akita asli Jepang yang lahir pada November 1923 di Odate, Jepang. Setiap pagi dan sore, dengan setia Hachiko mengantar dan menunggu majikannya di stasiun kereta api. Hal itu selalu dilakukannya, bahkan sampai majikan tersayangnya itu tak pernah lagi muncul. Parker sang majikan terkena serangan jantung dan meninggal di tempat kerjanya.
Tuhan tidak mati, janjiNya pasti digenapi. Oleh sebab itu berikan kasih setia kepada Tuhan, maka Dia akan menggenapi janjiNya dalam hidup kita tepat pada waktunya. Tuhan pasti akan terus menunjukkan kasih setiaNya karena perjanjian yang telah dilakukanNya kepada kita. Kebutuhan sehari-hari, baik jasmani maupun rohani dilimpahkannya kepada kita.
HIDUPLAH DALAM KESETIAAN SELALU BERBUAH MANIS
Minggu, 27 Februari 2011
Renungan Harian
Senin, 28 Februari 2011
Sabar itu...
Amsal 16 : 32 "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
"KESABARAN" adalah sebuah kata yang kubenci. Aku tidak suka disuruh bersabar. Rasanya kesabaran tidak mungkin memenangkan persaingan eksistensi di dunia ini. Tetapi ketika aku membuka mata lebar-lebar dan melihat sekelilingku, mungkin saja sebenarnya ada banyak contoh kesabaran yang eksis di dunia nyata.
Ketika aku naik sepeda pada pagi hari di Jalan Gejayan Yogyakarta, aku melihat seorang petugas polisi berseragam sedang berjongkok, dengan sabarnya mengganti busi sepeda motor seorang ibu paruh baya yang mogok. Lain waktum di Tunjungan Plaza Surabaya, aku melihat seorang ibu muda dengan sabar menunggu anak balitanya berjalan tertatih-tatih.
Di sebuah pantai indah di Kepulauan Langkawi, Malaysia Utara, seorang pria muda dengan sabar membujuk seorang gadis muda agar mau belajar mengenakan peralatan snorkelling. Kesabarannya terasa berharga ketika mereka keluar dari air, kegirangan karena cantiknya pemandangan bawah laut. Di Pantai Ha Long di Vietnam Timur, aku berjumpa dengan seorang mahasiswi yang dengan sukarela bersabar mengajariku bahasa Viet yang susah tak keruan. Di sebuah hotel di Manula, ibukota Filipina, aku menemukan seorang pelayan yang tekun berdiri menggoreng semua pesanan telur untuk sarapan para tamu dengan sabar selama berjam-jam.
Kesabaran bisa jadi rendah hati, atau penuh belas kasih. Tapi kesabaran juga ulet, tangguh, tak gampang menyerah, dan gigih bertahan. Nyatanya, bahkan Tuhan pun sedang bersabar denganku yang bandel ini. Tuhan, bolehkah aku belajar bersabar?
KESABARAN BERTAHAN KETIKA DUNIA BERLALU
Sabar itu...
Amsal 16 : 32 "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
"KESABARAN" adalah sebuah kata yang kubenci. Aku tidak suka disuruh bersabar. Rasanya kesabaran tidak mungkin memenangkan persaingan eksistensi di dunia ini. Tetapi ketika aku membuka mata lebar-lebar dan melihat sekelilingku, mungkin saja sebenarnya ada banyak contoh kesabaran yang eksis di dunia nyata.
Ketika aku naik sepeda pada pagi hari di Jalan Gejayan Yogyakarta, aku melihat seorang petugas polisi berseragam sedang berjongkok, dengan sabarnya mengganti busi sepeda motor seorang ibu paruh baya yang mogok. Lain waktum di Tunjungan Plaza Surabaya, aku melihat seorang ibu muda dengan sabar menunggu anak balitanya berjalan tertatih-tatih.
Di sebuah pantai indah di Kepulauan Langkawi, Malaysia Utara, seorang pria muda dengan sabar membujuk seorang gadis muda agar mau belajar mengenakan peralatan snorkelling. Kesabarannya terasa berharga ketika mereka keluar dari air, kegirangan karena cantiknya pemandangan bawah laut. Di Pantai Ha Long di Vietnam Timur, aku berjumpa dengan seorang mahasiswi yang dengan sukarela bersabar mengajariku bahasa Viet yang susah tak keruan. Di sebuah hotel di Manula, ibukota Filipina, aku menemukan seorang pelayan yang tekun berdiri menggoreng semua pesanan telur untuk sarapan para tamu dengan sabar selama berjam-jam.
Kesabaran bisa jadi rendah hati, atau penuh belas kasih. Tapi kesabaran juga ulet, tangguh, tak gampang menyerah, dan gigih bertahan. Nyatanya, bahkan Tuhan pun sedang bersabar denganku yang bandel ini. Tuhan, bolehkah aku belajar bersabar?
KESABARAN BERTAHAN KETIKA DUNIA BERLALU
Sabtu, 26 Februari 2011
Renungan Harian tgl. 27 Februari 2011
Hidup Benar
Mazmur 64 : 11
"Orang benar akan bersukacita karena
Tuhan dan berlindung pada-Nya;
semua orang yang jujur akan
bermegah."
Ketika kita mengasihi seseorang,
tentunya kita berusaha melindungi
orang tersebut. Siapa yang rela bila
orang terdekatnya disakiti orang lain?
Pastinya reaksi alami yang timbul
adalah marah.
Misalnya ketika Wendy dikerjai teman
sebayanya hingga kakinya luka karena
terjatuh sewaktu lari dari kejaran
teman-teman sekolahnya. Mungkin
Wendy hanya menangis, tetapi orang
tuanya tidak akan terima anaknya
diperlakukan seperti itu. Begitu juga
dengan Bapa kita di surga. Dalam
Zakharia 2 : 8 tertulis "sebab siapa
yang menjamah kamu, berarti
menjamah biji mata-Nya."
Jadi, ketika rekan bisnis anda menipu
dan membawa lari modal usaha yang
selama ini dirinstis bersama, anda
tidak perlu repot-repot marah bahkan
sampai mengutukinya. Atau ketika
anda difitnah berbuat curang karena
orang lain sirik anda mendapatkan
kenaikan jabatan. Biarkan tangan
Tuhan bekerja dan melakukan
pembelaan.
Dalam Pengkhotbah 3 : 17 tertulis
"Berkatalah aku dalam hati: "Allah
akan mengadili baik orang yang benar
maupun yang tidak adil, karena untuk
segala hal dan segala pekerjaan ada
waktunya."" Bagian kita adalah
bersabar dan menantikan Tuhan
bertindak. Memang terkadang
sepertinya terlambat, namun Tuhan
tidak akan tinggal diam jika anakNya
dipermainkan. Ia pasti melakukan
pembelaan.
HIDUP BENAR ADALAH KUNCI UNTUK
MENERIMA PEMBELAAN TUHAN
Mazmur 64 : 11
"Orang benar akan bersukacita karena
Tuhan dan berlindung pada-Nya;
semua orang yang jujur akan
bermegah."
Ketika kita mengasihi seseorang,
tentunya kita berusaha melindungi
orang tersebut. Siapa yang rela bila
orang terdekatnya disakiti orang lain?
Pastinya reaksi alami yang timbul
adalah marah.
Misalnya ketika Wendy dikerjai teman
sebayanya hingga kakinya luka karena
terjatuh sewaktu lari dari kejaran
teman-teman sekolahnya. Mungkin
Wendy hanya menangis, tetapi orang
tuanya tidak akan terima anaknya
diperlakukan seperti itu. Begitu juga
dengan Bapa kita di surga. Dalam
Zakharia 2 : 8 tertulis "sebab siapa
yang menjamah kamu, berarti
menjamah biji mata-Nya."
Jadi, ketika rekan bisnis anda menipu
dan membawa lari modal usaha yang
selama ini dirinstis bersama, anda
tidak perlu repot-repot marah bahkan
sampai mengutukinya. Atau ketika
anda difitnah berbuat curang karena
orang lain sirik anda mendapatkan
kenaikan jabatan. Biarkan tangan
Tuhan bekerja dan melakukan
pembelaan.
Dalam Pengkhotbah 3 : 17 tertulis
"Berkatalah aku dalam hati: "Allah
akan mengadili baik orang yang benar
maupun yang tidak adil, karena untuk
segala hal dan segala pekerjaan ada
waktunya."" Bagian kita adalah
bersabar dan menantikan Tuhan
bertindak. Memang terkadang
sepertinya terlambat, namun Tuhan
tidak akan tinggal diam jika anakNya
dipermainkan. Ia pasti melakukan
pembelaan.
HIDUP BENAR ADALAH KUNCI UNTUK
MENERIMA PEMBELAAN TUHAN
Langganan:
Postingan (Atom)