Senin, 28 Februari 2011
Sabar itu...
Amsal 16 : 32 "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
"KESABARAN" adalah sebuah kata yang kubenci. Aku tidak suka disuruh bersabar. Rasanya kesabaran tidak mungkin memenangkan persaingan eksistensi di dunia ini. Tetapi ketika aku membuka mata lebar-lebar dan melihat sekelilingku, mungkin saja sebenarnya ada banyak contoh kesabaran yang eksis di dunia nyata.
Ketika aku naik sepeda pada pagi hari di Jalan Gejayan Yogyakarta, aku melihat seorang petugas polisi berseragam sedang berjongkok, dengan sabarnya mengganti busi sepeda motor seorang ibu paruh baya yang mogok. Lain waktum di Tunjungan Plaza Surabaya, aku melihat seorang ibu muda dengan sabar menunggu anak balitanya berjalan tertatih-tatih.
Di sebuah pantai indah di Kepulauan Langkawi, Malaysia Utara, seorang pria muda dengan sabar membujuk seorang gadis muda agar mau belajar mengenakan peralatan snorkelling. Kesabarannya terasa berharga ketika mereka keluar dari air, kegirangan karena cantiknya pemandangan bawah laut. Di Pantai Ha Long di Vietnam Timur, aku berjumpa dengan seorang mahasiswi yang dengan sukarela bersabar mengajariku bahasa Viet yang susah tak keruan. Di sebuah hotel di Manula, ibukota Filipina, aku menemukan seorang pelayan yang tekun berdiri menggoreng semua pesanan telur untuk sarapan para tamu dengan sabar selama berjam-jam.
Kesabaran bisa jadi rendah hati, atau penuh belas kasih. Tapi kesabaran juga ulet, tangguh, tak gampang menyerah, dan gigih bertahan. Nyatanya, bahkan Tuhan pun sedang bersabar denganku yang bandel ini. Tuhan, bolehkah aku belajar bersabar?
KESABARAN BERTAHAN KETIKA DUNIA BERLALU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar